News
:
Fight against anarcism of Bobotoh
06 January 2009, 10:49:28
Home
|
Help
|
Search
|
Login
|
Register
Welcome,
Guest
. Please
login
or
register
.
Go-Persib.com Forum Bobotoh Persib Bandung
»
Bobotoh
»
Diskusi antar Bobotoh
(Moderators:
blmnst!™
,
Mang_Dudung
) »
Pengalaman tak terlupakan
Pengalaman tak terlupakan
Pages:
1
2
[
3
]
4
Go Down
« previous
next »
Print
Pengalaman tak terlupakan
Author
Message
GP Adminz
Administrator
Ecek-ecek
Offline
Posts: 53
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #30 on:
03 July 2007, 12:52:50 »
Getaran Itu Masih Ada
Tepat 13 tahun yang lalu, penulis untuk terakhir kalinya menginjakan kaki di stadion Siliwangi, kandang kebanggaan tim maung bandung, Persib. Penulis untuk terakhir kalinya menyaksikan laga Persib di liga lndonesia pertama (LI-1) tahun 1994. Puncaknya, penantian panjang itu berkahir. Bulan juni yang lalu, tepatnya di laga PERSIB kontra Persijap, penulis berkesempatan menjejakan kakinya kembali di Stadion Siliwangi. Ini tiada lain karena kebaikan hati seorang rekan dari Go-Persib yang menghadiahi saya dua buah tiket VIP. Hmm.., seumur-umur, baru sekarang penulis merasakan nonton di bangku VIP. Harap maklum, di jaman SMA dulu, penulis hanya sanggup membeli tiket kelas Timur..he..he.
Seperti 13 tahun yang lalu, penulis pun memarkir mobil di rumah kerabat. Ini tidak lebih demi faktor keamanan dan kenyamanan, dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindakan anarkis atau kemacetan pada saat pertandingan telah berakhir. Penulis pun bersama seorang rekan dari tim Go-Persib crew menggunakan sarana angkutan umum untuk mencapai stadion Siliwangi. Tidak lama, hanya dalam hitungan 3 menit, kami sampai ditujuan.
Hampir tidak banyak perubahan yang dirasakan di seputar stadion. Pedagang yang menjajakan jualannya, mulai dari jajanan gorengan hingga baju, syal, bendera dan macam-macam attribute Persib lainnya. Jangan ditanya keberadaan calo, jaman dahulu pun mereka sudah aktif bergerilya menawarkan tiket bagi para bobotoh yang kehabisan tiket.
Jam menunjukan pukul 16.50. Biar lebih afdol dalam menikmati ‘acara pulang kampung’ ini, penulis pun dengan senang hati berjalan mengitari sisi luar.
Hmmm…merinding, senang dan berbunga-bunga. Itu yang dirasakan penulis saat berjalan mengelilingi stadion. Tampak bobotoh tua, muda dan anak-anak di seputaran stadion dengan wajah sumringah, bergerombol dan berbaris menuju pintu masuk stadion. Tidak sedikit pula, penulis berpapasan dengan bobotoh perempuan. Sempat pula penulis melihat pemandangan unik, sekelompok bobotoh menegak minuman yang tampak menyerupai bir sebelum memasuki area stadion..hmmm…jadi kayak di Eropa neh.
Beres berjalan memutari sisi luar stadion, penulis pun akhirnya berdiri persis di depan pintu masuk VIP. Lokasi yang telah disepakati untuk mengambil tiket yang telah dijanjikan. Jarum jam menunjukan pukul 17.35, tiket VIP sudah ada digenggaman. Dengan perasaan gembira dan tegang, penulis pun memasuki stadion. Perasaan semakin merinding dan campur aduk ketika mencari nomor bangku VIP, yang sudah hampir penuh terisi. Dalam hitungan menit, tampak seluruh sisi stadion terisi penuh. Lagu-lagu dan yel-yel mulai berkumandang, riuhan dan gemuruh penonton mulai terasa. Bulu kuduk merinding ketika melihat antusiasme bobotoh.
Pertandingan pun dimulai. Selama pertandingan berjalan, terdengar jelas celetukan-celetukan khas masyarakat sunda yang mengocok perut. Inilah hal yang penulis paling kangen, menikmati pertandingan secara langsung sambil melihat tingkah polah dan mendengar celotehan bobotoh. Aksi lempar botol dan sumpah serapah puh masih kental mewarnai jalannya pertandingan. Setiap keputusan yang dirasa merugikan PERSIB, seketika itu kontan secara serentak, bobotoh mengolok-olok wasit atau pemain lawan. Botol-botol pun dengan mudahnya berterbangan. Khususnya dari tribun VIP, banyak sekali botol-botol mengarah ke bench tim PERSIJAP.
Ini mungkin semacam bumbu persepak bolaan. Kayaknya, dimanapun yang namanya sepak bola selalu diwarnai unsur-unsur pelemparan dan sedikit keributan.
Seperti kita semua ketahui, PERSIB akhirnya kalah melalui drama adu penalti dalam laga itu. Ketenangan pemain bertahan PERSIJAP dalam menahan gempuran pemain PERSIB dan kuatnya mental penjaga gawang PERSIJAP selama pertandingan plus dalam menghadapi drama adu penalti menjadi kunci kemenangan bagi mereka. Satu lagi, monotonnya permainan PERSIB yang notabene bertindak sebagai tuan rumah, juga memberikan kontribusi tambahan bagi tim PERSIJAP guna menaklukan tim Maung Bandung.
Kalah - menang adalah hal yang biasa dalam pertandingan olah raga. Meski hati dongkol, kesal, dan marah, penulis hanya sanggup mengelus dada. Tak lupa tepuk tangan keras dan rasa hormat pun tetap diberikan saat bus yang membawa tim maung bandung meninggalkan stadion. Eleh-Meunang pokona PERSIB!!
Bobotoh pun cukup dewasa dalam menyikapi kekalahan ini. Walau ada satu penonton yang luput dari pengawasan satuan pengamanan dan berniat menciderai kiper PERSIJAP, meski akhirnya mampu dijinakan tim keamanan. Secara umum tingkah laku bobotoh mulai menunjukan perbaikan dan terus bergerak kearah positif. Kecintaan yang kuat dan tulus terhadap PERSIB mungkin menjadi alasan dibalik sabarnya bobotoh dalam menerima kekalahan ini.
Dalam perjalanan pulang, penulis bersama 2 tim Go Persib sempat membagi-bagikan stiker Go-Persib ke sebagian bobotoh yang berkendara sepeda motor.
Akhir kata, penulis berharap semoga kondisi bobotoh yang sudah cukup kondusif ini bisa ditingkatkan. Kedepannya, mudah2an tidak ada lagi botol2 berterbangan, tidak ada lagi intimidasi bobotoh terhadap tim dan pendukung tamu. Jadilah kita tuan rumah yang sopan dan bermartabat.
Hmmm hampir lupa, penulis mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya pada
Irfan Fauzan, Ibunda
dan
adiknya
yang telah menghadiahi saya tiket VIP.. hatur thank you teman.
Entah kapan penulis bisa kembali menjejakan kakinya di stadion Siliwangi, semoga masih diberikan umur yang panjang dan kesehatan. (Apalagi kalo dapet tiket VIP yang gratisan lagi ehemm..ehmm).
Wassalam
GP Adminz
«
Last Edit: 03 July 2007, 13:54:02 by GP adminz
»
Logged
•MAKÉ MANAH•
Administrator
Bobotoh Hero
Offline
Gender:
Posts: 20645
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #31 on:
03 July 2007, 13:04:48 »
Selamat !!! Tapi kenapa ada tagihan 2 buah tiket VIP ke rekening GP yah?
[J/K]
Logged
Bukan Sekedar Menang/Kalah, Ini Tentang Bagaimana Kita Mencintai PERSIB
fauz_tea
Global Moderator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1125
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #32 on:
03 July 2007, 23:25:58 »
artikel yang mantap...!!
sami-sami kang...
wakakakak...eta karunya meureun kang teu kabagian tiket..da mung aya 2 atuh...
Logged
Persib!!!Persib!!!Persib!!!
Ceuk aing Persib..PErsib euy!!!
Abu Fauzan
Administrator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1062
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #33 on:
03 July 2007, 23:31:22 »
<mode OOT>on</mode>
Quote from: admin on 03 July 2007, 13:04:48
Selamat !!! Tapi kenapa ada tagihan 2 buah tiket VIP ke rekening GP yah?
[J/K]
hmm, aneh, ari tiket anu sebelah timur mah teu aya tagihan na nya
Logged
fauz_tea
Global Moderator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1125
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #34 on:
03 July 2007, 23:35:00 »
<mode OOT>on</mode>
oge..
hahaha...timur mah tos digentosan ku bala2 kang kamari...wakakaka
Logged
Persib!!!Persib!!!Persib!!!
Ceuk aing Persib..PErsib euy!!!
HOY HOY
Ecek-ecek
Offline
Gender:
Posts: 34
HOY HOY VIKING PRIOK
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #35 on:
07 July 2007, 03:03:09 »
Pengalaman playoff di Std manahan Solo tahun 2003 memang sangat "mengharukan"
gw sangat senang Persib lolos dari degradasi. gw pulang setelah pertandingan pertama melawan persela. memang ketika itu kapolresta solo tidak memberikan jaminan bagi VIKING. sehinnga sdr Heru Joko menyarankan kita tuk pulang ke BDG. sedih memang, tak bisa temani Persib sampe pertandingan ke-3. apalagi kejadian suporter perseden (pasopati nyamar) sempet ngerobek spanduk yg kita pasang di tribun selatan, sampe gw dan tmn2 VIKING sempet "turun" tuk perangi mereka dan akhirnya dilerai pihak keamanan. kejadian pulang ketahan di stadion memang terjadi, karena suporter perseden ASPAL sempet katepel kita pake kaleci (bbrp tmn benjol2) dr luar stadion.
HAh tp itu telah berlalu........
gw punya pengalaman yang lebih mengharukan:
cuma gw dah lupa tahunnya.....
yang ke-1
waktu nonton lawan Persija di siliwangi, gw berangkat berdua bareng temen, pas depan stadion ternyata telah datang 5 bus suporter JAKWARIA, gw berdua, papasan ma dua orang JAKWARIA (yang mungkin lg cari tiket masuk). gw panggil mereka berdua dan langsung gw minta dompetnya, eh taunya kosong, ketika gw tanya mana isi dompetnya? mereka bilang dah ada yang malak! trus gw gerayangi kantong celana ma tas mereka (maksud hati cari rokok) eh eh.. ternyata mereka bilang dah diambil bobotoh juga! gw kesel! gw gampar mereka berdua! baju dan atribut mereka gw lucuti dan gw kasih ke tukang aqua (yang minta ke gw) sedih memang hari itu Persib draw 1-1 (tp gw seneng bisa telanjangin JAKWARIA)
yang ke-2
gw berangkat bareng temen2 VIKING Bogor, waktu itu kita hendak nonton lawan Persija di senayan (2000, 2001 apa 2002). kita sepakat kumpul di stasiun kereta Bogor jam 11 siang, sekitar 30 orang akhirnya kita berangkat menuju Jakarta+atribut lengkap, sampe di stasiun Depok Jakwaria dah mulai banyak ikut naik di kereta, mencegah "gesekan" akhirnya kita tanggalkan atribut, dan ternyata benar, sampe stasiun Lenteng Agung, Pasar minggu dan Kalibata ratusan Jakwaria penuhi kereta dan kita turun sama2 di stasiun Cawang, kita putuskan tuk tunggu rombongan VIKING bdg di dpn komdak, sekitar jam 13an kita tiba di komdak akhirnya kita bergabung ma VIKING Bekasi, VIKING Jakarta dan VIKING Tanggerang (kurang lebih 400 orang) sambil menunggu rombongan VIKING bdg depan komdak, kita menyaksikan konvoi ribuan JAKWARIA yang meneriakan yel bantai kita, tapi kita TIDAK GENTAR! jam 14.30 rombongan VIKING bdg dateng berkekuatan sekitar 8 bus dan akhirnya kita bergabung serta kembali memakai atribut, apa yang terjadi? di depan komdak (markas Polda Jaya) kita sempet perang batu ma JAKWARIA yang lewat, sehingga akhirnya kita di evakuasi masuk ke halaman parkir komdak dan tidak di izinkan memasuki kawasan senayan! melalui lobi panjang, akhirnya kita diizinkan masuk kawasan senayan setelah jam 15 padahal pertandingan dimulai jam 15.30. singkat cerita, kita sampe di kawasan senayan dan bertemu rekan2 bobotoh cianjur yang dateng duluan ke stadion dan telah dihajar2in JAKWARIA, mereka terluka, mereka berdarah, mereka cerita, dan mereka mengadu! kita masih diluar stadion karena kita blm dapet tiket masuk, padahal 99% rombongan JAKWARIA telah memasuki stadion, kick off telah dimulai, dan kita masih diluar! tapi apa yang terjadi? disitulah beruntungnya kita! kita berpapasan ma rombongan2 kecil JAKWARIA yang ketinggalan, dan akhirnya....ada 5 orang mereka yg berani2ny didepan kita Bandung T*** tanpa komando, mereka kita kejar, gw ingat 3 orang lari terbirit2 dan minta perlindungan polisi dan 2 orang "pemberani" mencoba melawan kita! apa daya, gw dan tmn2 injek dia! gw rojok mukanya pk tiang bendera dan "hajar" abis sampe mrk mandi darah! mereka berdua terkapar dan di gotong polisi kemudian di bw ambulans.......
uuh..... seneng banget GW, sebelum istirahat akhirnya kita masuk stadion dan Persib ketinggalan 0-1, sampe akhir pertandingan Persib kalah 0-3 (sedih memang) tp hari itu, gw seneng banget karena bisa kirim bbrp JAKWARIA ke UGD.
HOY HOY VIKING PRIOK
Logged
Ice - Tx
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 751
Support Persib without Anarchist & Racism
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #36 on:
11 July 2007, 14:41:33 »
Kl pengalaman aku yang paling berkesan adalah waktu sd. Pertama kali nya nonton PERSIB di luar kandang. Waktu itu teh lawan PERSITA. wah stadion Benteng na oge br setengah jadi kayak nya. kelaperan da pas pergi blm sarapan dl nyampe tanggerang teh dah leuleus.... tapi untung PERSIB nya menang
Logged
Support PERSIB, Support with peacefully
Stop Anarchist, & kick Racism out of football
Out of SILIWANGI
Abu Fauzan
Administrator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1062
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #37 on:
19 July 2008, 14:28:58 »
up dulu, hayu bagi-bagi cerita lagi...
Logged
blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1958
Please.... Keep Spirit!
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #38 on:
19 July 2008, 15:30:46 »
hahahaha... aya keneh iyeu thread... Rsep pisan euy macana... teu bosen2...
Ayo atuh anu gaduh kisah nu sanesna tiasa posting didiyeu...
Btw... anak2 GP inget tour taun kamari ka sleman? Wakakakka... Gara2 sopir ganteng jadi weh ka sleman na muter lewat luhur heula...
Logged
Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
Abu Fauzan
Administrator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1062
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #39 on:
19 July 2008, 15:59:53 »
Quote from: bluemonsta on 19 July 2008, 15:30:46
hahahaha... aya keneh iyeu thread... Rsep pisan euy macana... teu bosen2...
Ayo atuh anu gaduh kisah nu sanesna tiasa posting didiyeu...
Btw... anak2 GP inget tour taun kamari ka sleman? Wakakakka... Gara2 sopir ganteng jadi weh ka sleman na muter lewat luhur heula...
Wakaka, sopirna sok tau,
nyaho bobotoh nyimpang heula ka kampung, dituturkun deuih. Jadi nyasab ka Magelang.
Lumayan lah jadi pendak deui kota Magelang, hehe. Tapi borobudur na kaliwat, hiks.
JAngan salahkan Navigator ya...
Logged
dokar26
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1171
ti tasik ngadukung persib
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #40 on:
19 July 2008, 18:49:57 »
Quote from: Fauzan on 19 July 2008, 15:59:53
Quote from: bluemonsta on 19 July 2008, 15:30:46
hahahaha... aya keneh iyeu thread... Rsep pisan euy macana... teu bosen2...
Ayo atuh anu gaduh kisah nu sanesna tiasa posting didiyeu...
Btw... anak2 GP inget tour taun kamari ka sleman? Wakakakka... Gara2 sopir ganteng jadi weh ka sleman na muter lewat luhur heula...
Wakaka, sopirna sok tau,
nyaho bobotoh nyimpang heula ka kampung, dituturkun deuih. Jadi nyasab ka Magelang.
Lumayan lah jadi pendak deui kota Magelang, hehe. Tapi borobudur na kaliwat, hiks.
JAngan salahkan Navigator ya...
Pol pisan pokona mah tour sleman, pas urang pertama papanggih jeung barudak GP siga nu geus lila kenal wae, jaba di jemput ka tasik deui, sungguh mengharu biru. jeung diditu jeung nepi ka balik pagawean teh dahar jeung dahar wae
Logged
Dadang Purnama
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1086
Salam Damai Ka Sadaya Dulur Bobotoh Persib
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #41 on:
31 July 2008, 17:55:14 »
Quote from: dokar26 on 19 July 2008, 18:49:57
Pol pisan pokona mah tour sleman, pas urang pertama papanggih jeung barudak GP siga nu geus lila kenal wae, jaba di jemput ka tasik deui, sungguh mengharu biru. jeung diditu jeung nepi ka balik pagawean teh dahar jeung dahar wae
Meni resep pisan nya kang....
Abdi oge hoyong ngiringan pami aya deui mah kang....
Logged
Iwandh
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 502
Mengenang Persib 1986 Juara
«
Reply #42 on:
23 August 2008, 00:03:40 »
Akang2 ini mah curhat aja yah tentang perasaan masa kecil terhadap Persib. Mungkin ratusan ribu anak2 juga merasakan hal yang sama.
Teringat dulu ketika SD, ketika final Persib-Perseman (Manokwari) 1986 di Stadion Utama Senayan Jakaarta.
Berhari-hari menjelang final saya melamun bagaimana caranya bisa ke stadion Senayan, saya ingin sekali menonton langsung di stadion. Kebetulan ayah saya berangkat dengan rombongan kantornya ke Jakarta untuk menyaksikan Persib. Namun, ketika saya merengek2 minta ikut (dan saya sangat berharap sekali bisa ikut ayah), ayah melarang dengan alasan takut hilang krn di stadion yang banyak orang.
Dengan memendam perasaan kecewa, akhirnya saya nonton di TV saja. Namun, ketika Persib berhasil menang dengan satu2nya gol yang saya ingat oleh Djadjang Nurdjaman, kekecewaan itu terobati, kekecewaan pada ayah langsung 100% hilang. Lalu, muncul kebanggaan akan Persib yang melekat terus. Bahkan, di setiap bagian belakang buku tulis sekolahku, selalu saya tulis dan hafal nama2 pemain Persib dengan nomor punggungnya. Juga, ketika melihat ada teman yang masuk klub Persib (uni), saya merasa wah sekali melihat teman tsb. Betapa dunia Persib begitu memukau di dalam diri. Bahkan hingga Persib berhasil menjuarai LI ke-1 th 1995 tanpa menggunakan satupun pemain asing.
Saya berpikir, kalau saya saja begitu bergemuruh di dada akan Persib, apalagi para pemain Persib. Wah... pasti di dada mereka terdapat jiwa patriotisme dan jibaku yang sangat dahsyat. Saya berpikir juga, pasti mereka bermain dengan menjadikan uang/honor bukan nomor satu, pasti mereka bermain untuk kebanggaan tanah mereka. Wah, memori ini terus melekat hingga sekarang. Namun, perasaan sedih yang amat-sangat muncul ketika Persib hampir2 degradasi setelah tahun2 1995. Kenapa ini?
Kalau merenungi pengalaman tersebut, saya jadi sedikit paham mengapa bisa muncul kerusuhan Persib 22 Juli lalu; mengapa begitu dahsyatnya bobotoh kecewa, sedih dan marah.
Dulu Persib juara dengan mengandalkan 100% pemain lokal asli. Bahkan, hingga Liga Indonesia 1995, Persib bisa Juara. Saya selalu terlintas pikiran sekarang, dengan kondisi ekonomi sekarang, tuntutan ekonomi keluarga, profesionalisme, pemain asing, perbedaan honor dll, apakah para pemain Persib masih bisa bermain full 100% sepenuh hati ya? yang padahal inilah yang saya kira penggenjot motivasi dan mental untuk jadi juara. Apakah kegagalan Persib musim 2007 lalu ada penyebab dari faktor ini? karena begitu drastis sekali, pada putaran pertama Persib begitu perkasanya nongkrong di puncak klasemen. Sehingga saya pikir, tidak mungkin di putaran kedua Persib kalah bahkan sampai tersungkur di papan bawah; tragis memang. Tapi itu tahun lalu dijadikan bahan evaluasi saja, tahun ini tidak akan terjadi lagi saya pikir. Tahun ini harus juara.
Sekali lagi, tim admin GP, ini hanya curhat dan renungan pribadi, pengalaman masa kecil saya bahwa betapa Persib menimbulkan efek yang luar biasa kepada fans-nya bahkan anak2 sekalipun.
Sok mangga bilih gaduh pangalaman sami atawa parasaan nu langkung dahsyat nuju alit. Urang bagi-bagi, asa wararaas.
Bravo Persib
Logged
Bravo Persib
blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 1958
Please.... Keep Spirit!
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #43 on:
23 August 2008, 01:37:47 »
Keren, curhat na sae kang... Kusayah bade ka halaman payunkeun.
Punten oge iyeu postingannana di merge kadiyeu...
Logged
Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
Iwandh
Bobotoh Full
Offline
Gender:
Posts: 502
Re: Pengalaman tak terlupakan
«
Reply #44 on:
23 August 2008, 08:37:40 »
Hatur nuhun kang, punten lepat kamar nya...
Mangga anu aselina di-delete ge teu sawios....
Logged
Bravo Persib
Pages:
1
2
[
3
]
4
Go Up
Print
« previous
next »
Jump to:
Please select a destination:
-----------------------------
Persib Bandung
-----------------------------
=> Jadwal & Hasil Pertandingan
-----------------------------
Bobotoh
-----------------------------
=> Diskusi antar Bobotoh
-----------------------------
Dan Lain-lain
-----------------------------
=> POLITIK
=> Off-Topic
===> Forum Jual Beuli
===> Forum Pekerjaan
===> Forum Kota Bandung
===> Humor & Tatarucingan
=> Forum Kursus - Sekolah - Kuliah
=> Olahraga Lain
=> Forum Hobi
===> Film
===> Design & Gambar
===> Otomotif
===> Musik
===> Forum Makan
-----------------------------
go-persib.com Forum
-----------------------------
=> Test ... Test
=> Aturan dan Pengumuman
=> Pertanyaan
=> Saran dan Kritik
Loading...