News: 2008, PERSIB TERDEPAN! 22 November 2008, 12:32:11
Welcome, Guest. Please login or register. *

Berita
Pages: 1 ... 58 59 [60] 61 62 ... 65   Go Down
  Print  

  Berita
Author Message
Dadang Purnama
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1018


Salam Damai Ka Sadaya Dulur Bobotoh Persib


« Reply #885 on: 13 August 2008, 14:04:41 »

Ada berita baru apa lagi tentang izin bertanding??  Cheesy Cheesy
Logged

blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1933


Please.... Keep Spirit!


WWW
« Reply #886 on: 22 August 2008, 01:19:59 »

PETUGAS media (media officer) merupakan salah satu elemen dari pembangunan sepak bola profesional. Di kompetisi sepak bola yang sudah maju, setiap klub profesional wajib memiliki petugas media, dan telah mengikuti penataran resmi yang dilakukan federasi sepak bola suatu negara bekerja sama dengan Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Pada acara Club Media Officer Course PSSI/FIFA di Hotel Ibis Tamarin Jakarta, 15-16 Agustus, dengan penatar Jorge Baptista dari FIFA Media Instructor. Pria asal Portugal ini mengatakan petugas media menyajikan informasi secara luas kepada masyarakat soal klub. Sarana informasi ini bisa melalui media elektronik, website, buletin, dll., yang semua milik klub.

"Posisi media officer sangat vital dalam membangun citra klub profesional di mata sponsor dan publik. Karenanya, seorang media officer harus memiliki akses langsung ke pimpinan klub. Bahkan sesekali media officer harus bisa minum kopi bersama jajaran direktur dan presiden klub," ujar Jorge Baptista.

Petugas media membuat strategi penyampaian informasi, dan sudah dilengkapi data-data dari manajemen tim. Kapan semestinya presiden klub, pelatih, dan pemain bicara, sudah diagendakan dalam suatu konferensi pers. Jika tidak, petugas media bisa menulis dalam media informasi resmi milik klub atau press realease. Selain itu, tugas lainnya adalah membuat ide-ide yang membuat citra klub di masyarakat makin baik, sehingga membuat sponsor tertarik untuk bergabung.

Pola kerja seperti itu, sebenarnya untuk memudahkan para wartawan dalam memburu berita, termasuk informasi kepada masyarakat. Semua melalui perencanaan yang matang. Badan Liga Indonesia (BLI) sudah menetapkan pada kompetisi 2010, klub peserta liga harus sudah memiliki media officer bersertifikat FIFA.

Dalam konteks suatu event (kejuaraan), petugas media harus menata fasilitas untuk media. Misalnya, menata tribun untuk wartawan, ruang untuk konferensi pers, area mix zone (tempat wawancara terbuka dengan pemain, manajer, dan pelatih ketika sedang menuju bus penjemput tim). Tanpa ada itu, maka stadion dinilai tidak memenuhi standar kelayakan menggelar laga profesional.


Sumber : PR.com


======

Kalo masih logo pemkot mah hal2 gini bakalan susah terlaksananya...
Logged





Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
ainkvikers
Ecek-ecek
*
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 4



« Reply #887 on: 28 August 2008, 11:16:15 »

sriwijaya fc vs PERSIB. 9 Septemeber 08 maen di palembang. upami teu salah mah disiarkeun jam 9 peuting.
Logged
Dadang Purnama
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1018


Salam Damai Ka Sadaya Dulur Bobotoh Persib


« Reply #888 on: 29 August 2008, 09:39:36 »

Jam 9 mah pas taraweh keneh nya kang Grin Grin Grin Grin
Logged

Iwandh
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 502



« Reply #889 on: 29 August 2008, 20:40:43 »

Jam 9 mah pas taraweh keneh nya kang Grin Grin Grin Grin

Tiasa diajukeun ka DKM na kang, supados dipercepat tarawehna....  Grin Grin Grin
sateuacan tabuh 9 tos rengse....  Cheesy Cheesy Cheesy
Logged

Bravo Persib
blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1933


Please.... Keep Spirit!


WWW
« Reply #890 on: 01 September 2008, 02:12:34 »

Disinggung bahwa di bulan Ramadan pertandingan bakal digelar malam hari, menurut Iwan hal itu sama sekali bukan suatu hambatan. Selain infrastruktur stadion yang sudah memadai untuk mendukung pertandingan malam hari, seperti disebutkan Iwan, pihak panpel Persib bahkan punya formula tersendiri untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis penonton. Panpel seperti dijanjikan Iwan akan memasang gelang bercahaya di tangan para penonton.

"Memang ada rencana seperti itu tapi sampai sekarang belum diputuskan. Ada pun maksudnya sebagai alat pembeda antara penonton resmi dan penonton yang tidak memiliki tiket," ujar Iwan.


sumber : http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=18995&kategori=8



======

wah bagus tuh... boleh dibawa pulang gak yah gelangnya?
Logged





Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1933


Please.... Keep Spirit!


WWW
« Reply #891 on: 01 September 2008, 02:15:32 »

3 Pemain Pelita ke Brasil

DEPOK, (PR).-
Tiga pemain muda Pelita Jaya Jabar FC, Jajang Mulyana (20), Riski Novriansyah (19), dan Riyadi "Anky" Ramadhana Putra (17), Senin (1/9) malam ini, terbang ke Brasil untuk mengikuti program pelatihan sepak bola selama dua tahun.

Di Negeri Samba tersebut, ketiganya akan bergabung dengan salah satu klub Divisi I Seri C, Boavista FC. Program dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan ketiga pemain sehingga dapat menarik minat klub-klub Eropa untuk merekrut mereka.

"Saya bangga bisa terpilih program pelatihan ini. Bagi saya, inilah saatnya membalas segala perhatian dan dukungan segenap keluarga, teman, pelatih, dan klub terhadap karier saya dengan berlatih secara sungguh-sungguh," ujar Jajang dalam acara pelepasan ketiga pemain di Pusdiklat Pelita Jaya, Jalan Raya Parung, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (31/8) siang.

Menurut Jajang, sudah pasti akan ada beberapa kendala selama berada di Brasil, terutama soal bahasa, tetapi pencetak gol kemenangan Timnas Indonesia B atas Myanmar di semifinal Piala Kemerdekaan tempo hari itu, yakin dia akan sanggup beradaptasi dengan cepat. Optimisme serupa diungkapkan Riski dan Anky.

Ketua Umum Pelita Jaya Jabar FC Gunawan Tamsil mengatakan, program pelatihan pertama-tama dimaksudkan untuk mengubah paradigma sepak bola di Indonesia yang belum mengarah pada pengembangan industri. Gunawan menyebut program ini sebagai sebuah penciptaan investasi.

"Ketiga pemain ini merupakan investasi klub. Di Indonesia, selama ini, transfer pemain hanya dilakukan di akhir kontrak. Ini namanya curi-curi transfer. Klub tidak mendapatkan pemasukan apa-apa. Ini yang harus diubah jika ingin menciptakan industri sepak bola. Klub harus berinvestasi," kata Gunawan.

Gunawan berharap, selepas dua tahun di Brasil, ketiga pemain dapat menunjukkan perkembangan kemampuan yang bagus sehingga dapat dilirik para pemandu bakat dari Eropa. "Kami akan lebih senang jika mereka tidak kembali ke Pelita. Mereka harus main di Eropa sehingga dalam beberapa tahun ke depan, ada setidaknya 20 putra Indonesia yang bermain di Eropa," ucapnya.

Untuk diketahui, Pelita Jaya hanya membiayai Jajang dan Riski untuk mengikuti program pelatihan ini, sementara Anky menanggung sendiri segala biaya pelatihan.

Kesempatan bermain

Selain Boavista FC, Pelita Jaya juga bekerja sama dengan tiga klub lain, yakni Fluminense, Flamengo, dan Vasco da Gama. Ketiganya berlaga di Divisi I Seri A, level paling bergensi di kompetisi sepak bola Brasil. Namun untuk tahun ini, kerja sama program pelatihan hanya dilaksanakan di Boavista, klub yang bermarkas di Rio de Jeneiro.

Pelatih Pelita Jaya asal Singapura Fandi Ahmad, mengungkapkan ada beberapa keuntungan yang diambil dari kerja sama dengan klub di Seri C tersebut. Yang terutama adalah kesempatan lebih besar yang akan diberikan kepada ketiga pemain Pelita Jaya untuk berlatih dan bermain dengan para pemain utama klub.

"Dengan bermain di Seri C, ketiga pemain kita akan memperoleh lebih banyak kesempatan bermain. Kesempatan inilah yang kita bidik sebab dari sana mereka dapat belajar dan memperbaiki kemampuan," ujar Fandi.

Fandi juga mendukung program pelatihan yang dilakukan secara individual. Dengan program semacam ini, para pemain akan lebih tertantang untuk berdikari, misalnya dalam mempelajari bahasa dan bersahabat dengan kawan satu klub. Hal ini akan membuat mereka lebih cepat menyerap pengetahuan baru. "Beda halnya kalau pengiriman dilakukan dalam kelompok besar. Mereka akan lebih lambat belajar dan hanya meneruskan tradisi yang sudah ada di Indonesia," katanya.

Mengomentari pengaruh kepergian ketiga pemain andalannya terhadap penampilan timnya di Liga Super Indonesia, Fandi mengaku tidak terlalu risau. Untuk menutupi kekurangan striker, telah didatangkan penyerang veteran Gendut Doni. "Tidak ada masalah. Kami siap melanjutkan kompetisi," kata Fandi yang tengah menyiapkan program latihan malam selama bulan Ramadan.


http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=30789
Logged





Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
dra_chand
Bobotoh Junior
**
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 221


Born As BOBOTOH


« Reply #892 on: 01 September 2008, 12:57:45 »

Disinggung bahwa di bulan Ramadan pertandingan bakal digelar malam hari, menurut Iwan hal itu sama sekali bukan suatu hambatan. Selain infrastruktur stadion yang sudah memadai untuk mendukung pertandingan malam hari, seperti disebutkan Iwan, pihak panpel Persib bahkan punya formula tersendiri untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis penonton. Panpel seperti dijanjikan Iwan akan memasang gelang bercahaya di tangan para penonton.

"Memang ada rencana seperti itu tapi sampai sekarang belum diputuskan. Ada pun maksudnya sebagai alat pembeda antara penonton resmi dan penonton yang tidak memiliki tiket," ujar Iwan.


sumber : http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=18995&kategori=8



======



Ceuk sayah mah, percaya we atuh ka penonton. moal aya nu aneh2 meureun.
 Grin Grin Grin Paling ge saeutik atuh.

Dukung Persib Sampai Mati
Bagimu Persib Jiwa Raga Kami
Logged
ramdisa
Bobotoh Junior
**
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 169


Hanya Supporter Sejati yang Tidak Emosi


WWW
« Reply #893 on: 01 September 2008, 16:48:49 »

3 Pemain Pelita ke Brasil

DEPOK, (PR).-
Tiga pemain muda Pelita Jaya Jabar FC, Jajang Mulyana (20), Riski Novriansyah (19), dan Riyadi "Anky" Ramadhana Putra (17), Senin (1/9) malam ini, terbang ke Brasil untuk mengikuti program pelatihan sepak bola selama dua tahun.

Di Negeri Samba tersebut, ketiganya akan bergabung dengan salah satu klub Divisi I Seri C, Boavista FC. Program dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan ketiga pemain sehingga dapat menarik minat klub-klub Eropa untuk merekrut mereka.

"Saya bangga bisa terpilih program pelatihan ini. Bagi saya, inilah saatnya membalas segala perhatian dan dukungan segenap keluarga, teman, pelatih, dan klub terhadap karier saya dengan berlatih secara sungguh-sungguh," ujar Jajang dalam acara pelepasan ketiga pemain di Pusdiklat Pelita Jaya, Jalan Raya Parung, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (31/8) siang.

Menurut Jajang, sudah pasti akan ada beberapa kendala selama berada di Brasil, terutama soal bahasa, tetapi pencetak gol kemenangan Timnas Indonesia B atas Myanmar di semifinal Piala Kemerdekaan tempo hari itu, yakin dia akan sanggup beradaptasi dengan cepat. Optimisme serupa diungkapkan Riski dan Anky.

Ketua Umum Pelita Jaya Jabar FC Gunawan Tamsil mengatakan, program pelatihan pertama-tama dimaksudkan untuk mengubah paradigma sepak bola di Indonesia yang belum mengarah pada pengembangan industri. Gunawan menyebut program ini sebagai sebuah penciptaan investasi.

"Ketiga pemain ini merupakan investasi klub. Di Indonesia, selama ini, transfer pemain hanya dilakukan di akhir kontrak. Ini namanya curi-curi transfer. Klub tidak mendapatkan pemasukan apa-apa. Ini yang harus diubah jika ingin menciptakan industri sepak bola. Klub harus berinvestasi," kata Gunawan.

Gunawan berharap, selepas dua tahun di Brasil, ketiga pemain dapat menunjukkan perkembangan kemampuan yang bagus sehingga dapat dilirik para pemandu bakat dari Eropa. "Kami akan lebih senang jika mereka tidak kembali ke Pelita. Mereka harus main di Eropa sehingga dalam beberapa tahun ke depan, ada setidaknya 20 putra Indonesia yang bermain di Eropa," ucapnya.

Untuk diketahui, Pelita Jaya hanya membiayai Jajang dan Riski untuk mengikuti program pelatihan ini, sementara Anky menanggung sendiri segala biaya pelatihan.

Kesempatan bermain

Selain Boavista FC, Pelita Jaya juga bekerja sama dengan tiga klub lain, yakni Fluminense, Flamengo, dan Vasco da Gama. Ketiganya berlaga di Divisi I Seri A, level paling bergensi di kompetisi sepak bola Brasil. Namun untuk tahun ini, kerja sama program pelatihan hanya dilaksanakan di Boavista, klub yang bermarkas di Rio de Jeneiro.

Pelatih Pelita Jaya asal Singapura Fandi Ahmad, mengungkapkan ada beberapa keuntungan yang diambil dari kerja sama dengan klub di Seri C tersebut. Yang terutama adalah kesempatan lebih besar yang akan diberikan kepada ketiga pemain Pelita Jaya untuk berlatih dan bermain dengan para pemain utama klub.

"Dengan bermain di Seri C, ketiga pemain kita akan memperoleh lebih banyak kesempatan bermain. Kesempatan inilah yang kita bidik sebab dari sana mereka dapat belajar dan memperbaiki kemampuan," ujar Fandi.

Fandi juga mendukung program pelatihan yang dilakukan secara individual. Dengan program semacam ini, para pemain akan lebih tertantang untuk berdikari, misalnya dalam mempelajari bahasa dan bersahabat dengan kawan satu klub. Hal ini akan membuat mereka lebih cepat menyerap pengetahuan baru. "Beda halnya kalau pengiriman dilakukan dalam kelompok besar. Mereka akan lebih lambat belajar dan hanya meneruskan tradisi yang sudah ada di Indonesia," katanya.

Mengomentari pengaruh kepergian ketiga pemain andalannya terhadap penampilan timnya di Liga Super Indonesia, Fandi mengaku tidak terlalu risau. Untuk menutupi kekurangan striker, telah didatangkan penyerang veteran Gendut Doni. "Tidak ada masalah. Kami siap melanjutkan kompetisi," kata Fandi yang tengah menyiapkan program latihan malam selama bulan Ramadan.


http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=30789

inilah contoh klub profesional
punya visi misi, ada investasinya dll
yg tidak dimiliki pelita hanyalah pendukung
coba kalo setiap tanding, stadionnya pelita penuh
pasti jadi klub terkaya dan tersukses di indonesia

persib kapan???
males bahasnya ah,
ntar deh kalo persib sudah saya beli
baru mulai cerita2 investasi di persib
 Grin Grin Grin Grin Grin
Logged

Dadang Purnama
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1018


Salam Damai Ka Sadaya Dulur Bobotoh Persib


« Reply #894 on: 01 September 2008, 16:54:40 »

inilah contoh klub profesional
punya visi misi, ada investasinya dll
yg tidak dimiliki pelita hanyalah pendukung
coba kalo setiap tanding, stadionnya pelita penuh
pasti jadi klub terkaya dan tersukses di indonesia

persib kapan???
males bahasnya ah,
ntar deh kalo persib sudah saya beli
baru mulai cerita2 investasi di persib
 Grin Grin Grin Grin Grin

Lila-lila mah Persib ku sayah direkomendasikeun sina di beuli ku Silvio Berlusconi geura Grin Grin Grin Grin
Logged

Iwandh
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 502



« Reply #895 on: 01 September 2008, 20:03:13 »

Mun Persib jadi profesioalisme dengan cara swastanisasi, wah pasti banyak yang teriak2...
karena kapeuncit rezekina ti APBD....  Grin Grin Grin
Logged

Bravo Persib
boeldozzer
Bobotoh Junior
**
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 309


dung dung pret dung dung pret


WWW
« Reply #896 on: 01 September 2008, 22:54:18 »

Mun Persib jadi profesioalisme dengan cara swastanisasi, wah pasti banyak yang teriak2...
karena kapeuncit rezekina ti APBD....  Grin Grin Grin

maksadna kang Dada nya ?  Grin Grin
Logged

blmnst!™
Global Moderator
Bobotoh Full
*****
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 1933


Please.... Keep Spirit!


WWW
« Reply #897 on: 04 September 2008, 01:11:41 »




BANDUNG, TRIBUN - Ketua Harian Persib, Edi Siswadi mengajukan surat permohonan izin ke Polda Jabar untuk menggelar pertandingan Persib vs PSIS dan Persib vs Pelita Jaya, 22 dan 27 September. Dalam surat itu tertulis laga digelar di Stadion Siliwangi dengan dihadiri oleh penonton.

"Tadi saya sudah meneken dan melayangkan surat permohonan izin menggelar pertandingan Persib ke Polda Jabar. Kami normal saja, artinya surat izin pertandingan itu digelar di Stadion Siliwangi dan dihadiri penonton," tutur Edi, Rabu (3/9).

Menurut Edi, pihaknya mengajukan izin dua laga itu dihadiri penonton karena melihat sudah ada kesadaran dari bobotoh untuk tidak berbuat anarkis. Ukurannya, saat laga melawan Persitara bobotoh mematuhi semua ketentuan yang digariskan aparat keamanan.

Selain itu, pihaknya menangkap antusiasme yang luar biasa dari para bobotoh untuk bisa menyaksikan kembali tim kesayangannya secara langsung. Dan antusiasme ini perlu penyaluran yang tepat.

"Antusiasme bobotoh sangat besar, lihat aja saat uji coba kayak gini aja penontonnya banyak sekali. Saya kira antusiasme bobotoh ini harus disalurkan dengan tepat," ujar Edi, menunjuk laga uji coba Persib melawan Persib U-21 di Stadion Persib tadi sore.

Edi optimistis surat permohonan izin ini bakal direspon positif oleh Polda Jabar. Terlebih sudah ada kesepahaman di antara organisasi bobotoh untuk berlaku tertib, baik di dalam maupun di luar stadion. "Kami optimistis Polda Jabar bisa mengabulkan permohonan ini," tandas Edi.

Menurut Edi, semua pihak kini sudah siap menggelar dan mengamankan pertandingan kandang Persib itu. Dalam beberapa kali pertemuan, baik panitia pelaksana maupun bobotoh memiliki kesepahaman untuk mengamankan laga kandang Persib.

Meski begitu, Edi tetap berpesan kepada para bobotoh untuk berlaku terib selama menyaksikan partai kandang Persib. "Saya meminta semua pihak menjaganya. Selain tidak berbuat anarkis, saya juga meminta di lapangan jangan ada lagi teriakan maupun nyanyian berbau rasis. Tunjukan bahwa kita tuan rumah yang baik," tandas Edi.

Sementara itu Sekretaris Tim Persib, Yudiana, mengungkapkan partai tandang PSMS vs Persib pada 13 September akan digelar di Semarang. Kubu Persib sendiri baru menerima surat tembusannya dari Badan Liga Indonesia (BLI) pada Rabu (3/9).




sumber foto dan berita : tribunjabar.co.id
Logged





Ada nilai2 yg lebih agung dari sekedar 3 Poin
semut
Bobotoh Full
***
Offline Offline

Gender: Male
Posts: 544


BBTSNG!


WWW
« Reply #898 on: 04 September 2008, 15:03:37 »

Mun Persib jadi profesioalisme dengan cara swastanisasi, wah pasti banyak yang teriak2...
karena kapeuncit rezekina ti APBD....  Grin Grin Grin

maksadna kang Dada nya ?  Grin Grin

sapertos kang AA kiwari sanes?  Grin Grin
Logged

P.E.R.S.I.B T.I.L.L D.I.E !
Blue_Flower_Cute
Ecek-ecek
*
Offline Offline

Gender: Female
Posts: 6


ia manies bobotoh Persib


« Reply #899 on: 05 September 2008, 11:12:06 »

ikutan atuh jadi bobotoh persib....
berita apa ini teh?
pasti berita tentang persib ya?
« Last Edit: 05 September 2008, 11:23:16 by Blue_Flower_Cute » Logged

Persib harus juara
biar ia senang mendukung Persib
hidup Persib he..he..he..

Pages: 1 ... 58 59 [60] 61 62 ... 65   Go Up
  Print  
 

Jump to: