| Mengenang Persib 1986 Juara |
|
|
|
| Written by Iwandh | |
| Sabtu, 23 Agustus 2008 | |
|
Saya berpikir, kalau saya saja begitu bergemuruh di dada akan Persib, apalagi para pemain Persib. Wah... pasti di dada mereka terdapat jiwa patriotisme dan jibaku yang sangat dahsyat. Saya berpikir juga, pasti mereka bermain dengan menjadikan uang/honor bukan nomor satu, pasti mereka bermain untuk kebanggaan tanah mereka. Wah, memori ini terus melekat hingga sekarang. Namun, perasaan sedih yang amat-sangat muncul ketika Persib hampir2 degradasi setelah tahun2 1995. Kenapa ini? Kalau merenungi pengalaman tersebut, saya jadi sedikit paham mengapa bisa muncul kerusuhan Persib 22 Juli lalu; mengapa begitu dahsyatnya bobotoh kecewa, sedih dan marah. Dulu Persib juara dengan mengandalkan 100% pemain lokal asli. Bahkan, hingga Liga Indonesia 1995, Persib bisa Juara. Saya selalu terlintas pikiran sekarang, dengan kondisi ekonomi sekarang, tuntutan ekonomi keluarga, profesionalisme, pemain asing, perbedaan honor dll, apakah para pemain Persib masih bisa bermain full 100% sepenuh hati ya? yang padahal inilah yang saya kira penggenjot motivasi dan mental untuk jadi juara. Apakah kegagalan Persib musim 2007 lalu ada penyebab dari faktor ini? karena begitu drastis sekali, pada putaran pertama Persib begitu perkasanya nongkrong di puncak klasemen. Sehingga saya pikir, tidak mungkin di putaran kedua Persib kalah bahkan sampai tersungkur di papan bawah; tragis memang. Tapi itu tahun lalu dijadikan bahan evaluasi saja, tahun ini tidak akan terjadi lagi saya pikir. Tahun ini harus juara. Sekali lagi, tim admin GP, ini hanya curhat dan renungan pribadi, pengalaman masa kecil saya bahwa betapa Persib menimbulkan efek yang luar biasa kepada fans-nya bahkan anak2 sekalipun. Sok mangga bilih gaduh pangalaman sami atawa parasaan nu langkung dahsyat nuju alit. Urang bagi-bagi, asa wararaas. Bravo Persib
|
| < Prev | Next > |
|---|









Akang2 ini mah curhat aja yah tentang perasaan masa kecil terhadap Persib. Mungkin ratusan ribu anak2 juga merasakan hal yang sama.