cool hit counter

go-persib.com

maman.png

Forum Bobotoh

Kami Dukung


persibdotnet

BOTN

vikingpersib.net

Terhukum

Klasemen ISL | Tutup
KLSM SEMENTARA
P
 Klub
M
P
1
 Persipura
17
39
2
 Persija
17
35
...
  ...
...
...
5
 Persib
17
31
...
...
...
...
17
 PSMS
17
11
18
 Deltras
17
10
 

Sindikasi


Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Mengenang Persib 1986 Juara PDF Print E-mail
Written by Iwandh   
Sabtu, 23 Agustus 2008

logopersib02.gifAkang2 ini mah curhat aja yah tentang perasaan masa kecil terhadap Persib. Mungkin ratusan ribu anak2 juga merasakan hal yang sama.

Teringat dulu ketika SD, ketika final Persib-Perseman (Manokwari) 1986 di Stadion Utama Senayan Jakaarta.
Berhari-hari menjelang final saya melamun bagaimana caranya bisa ke stadion Senayan, saya ingin sekali menonton langsung di stadion. Kebetulan ayah saya berangkat dengan rombongan kantornya ke Jakarta untuk menyaksikan Persib. Namun, ketika saya merengek2 minta ikut (dan saya sangat berharap sekali bisa ikut ayah), ayah melarang dengan alasan takut hilang krn di stadion yang banyak orang.

Dengan memendam perasaan kecewa, akhirnya saya nonton di TV saja. Namun, ketika Persib berhasil menang dengan satu2nya gol yang saya ingat oleh Djadjang Nurdjaman, kekecewaan itu terobati, kekecewaan pada ayah langsung 100% hilang. Lalu, muncul kebanggaan akan Persib yang melekat terus. Bahkan, di setiap bagian belakang buku tulis sekolahku, selalu saya tulis dan hafal nama2 pemain Persib dengan nomor punggungnya. Juga, ketika melihat ada teman yang masuk klub Persib (uni), saya merasa wah sekali melihat teman tsb. Betapa dunia Persib begitu memukau di dalam diri.  Bahkan hingga Persib berhasil menjuarai LI ke-1 th 1995 tanpa menggunakan satupun pemain asing.

Saya berpikir, kalau saya saja begitu bergemuruh di dada akan Persib, apalagi para pemain Persib. Wah... pasti di dada mereka terdapat jiwa patriotisme dan jibaku yang sangat dahsyat. Saya berpikir juga, pasti mereka bermain dengan menjadikan uang/honor bukan nomor satu, pasti mereka bermain untuk kebanggaan tanah mereka. Wah, memori ini terus melekat hingga sekarang. Namun, perasaan sedih yang amat-sangat muncul ketika Persib hampir2 degradasi setelah tahun2 1995. Kenapa ini?

Kalau merenungi pengalaman tersebut, saya jadi sedikit paham mengapa bisa muncul kerusuhan Persib 22 Juli lalu; mengapa begitu dahsyatnya bobotoh kecewa, sedih dan marah.

Dulu Persib juara dengan mengandalkan 100% pemain lokal asli. Bahkan, hingga Liga Indonesia 1995, Persib bisa Juara. Saya selalu terlintas pikiran sekarang, dengan kondisi ekonomi sekarang, tuntutan ekonomi keluarga, profesionalisme, pemain asing, perbedaan honor dll, apakah para pemain Persib masih bisa bermain full 100% sepenuh hati ya? yang padahal inilah yang saya kira penggenjot motivasi dan mental untuk jadi juara. Apakah kegagalan Persib musim 2007 lalu ada penyebab dari faktor ini? karena begitu drastis sekali, pada putaran pertama Persib begitu perkasanya nongkrong di puncak klasemen. Sehingga saya pikir, tidak mungkin di putaran kedua Persib kalah bahkan sampai tersungkur di papan bawah; tragis memang. Tapi itu tahun lalu dijadikan bahan evaluasi saja, tahun ini tidak akan terjadi lagi saya pikir. Tahun ini harus juara.

Sekali lagi, tim admin GP, ini hanya curhat dan renungan pribadi, pengalaman masa kecil saya bahwa betapa Persib menimbulkan efek yang luar biasa kepada fans-nya bahkan anak2 sekalipun.

Sok mangga bilih gaduh pangalaman sami atawa parasaan nu langkung dahsyat nuju alit. Urang bagi-bagi, asa wararaas.

Bravo Persib

 

Diskusi disini... 

 
< Prev   Next >