| POLDA JABAR GILA ? |
|
|
|
| Written by Administrator | |
| Jumat, 01 Agustus 2008 | |
Sudah gilakah Polda Jabar? Tentu saja tidak. Larangan ini didukung oleh beberapa bukti yang menguatkan. Bapak Dade sendiri mengatakan, bahwa kelakuan bobotoh sendirilah yang mendorong Kapolda Jabar mengeluarkan larangan ini.
“Ini bukan satu dua kali bobotoh berulah. Setiap Persib berlaga di Bandung dan kalah, bobotoh selalu berulah. Itu artinya bobotoh belum memiliki jiwa sportivitas. Masa Persib harus menang terus, namanya juga olah raga,” kata Dade. Jadi Polda Jabar sendiri telah lama mempelajari kelakuan tidak sportif sebagian bobotoh yang akhirnya menciptakan keresahan di Jawa Barat, khususnya kota Bandung. "Tidak boleh. Tidak usah main lagi. Tidak akan ada izin. Rusak semua mobil orang. Udah banyak yang rusak engga jadi juara lagi. Masa main engga boleh kalah," tutur Kapolda.
Ini adalah hukuman yang tepat jika kita bisa berpikiran maju. Biarlah kita semua mencari solusi untuk bagaimana untuk menghentikan tingkah pola laku bobotoh yang senang akan tindakan anarki dan kriminal.
Minggu depan, kita akan berada satu meja dengan pengurus Persib, manajemen Persib, pengurus kelompok supporter, dan panpel untuk mencari solusi untuk masalah ini. Suatu kemajuan berarti bukan? Jika tak ada hukuman ini, bagaimana mungkin kita akan duduk satu meja? Mungkin dalam audiensi nanti kita akan dihadapkan oleh permasalahan klasik kita dengan Jakmania. Yah, mungkin perdamaian akan segera terwujud ketika dalam waktu yang sama pula Persija tidak kunjung mendapatkan ijin pertandingan. Malah mungkin nanti kita akan melihat Persija ber-homebase di siliwangi dan Persib ber-homebase di GBK. Akankah menjadi suatu dejavu? Bagaimana kita dahulu berbondong-bondong menuju senayan untuk menyaksikan Persib bertanding. Jauh sebelum adanya kelompok supporter. Oh, hukuman ini memang sangat tepat. Tentu saja jika anda yang membaca tulisan ini bukanlah seorang yang sempit pikiran. |
| < Prev | Next > |
|---|








